Cegah Bahaya Kebakaran, Early Work Project GRR Tuban Dorong Generasi Muda Menjadi Agen Keselamatan Lingkungan

Foto : Petugas Damkar saat beri edukasi tentang pencegahan kebakaran kepada para siswa. (ist)

wartaapa – Kebakaran merupakan salah satu insiden yang masih sering terjadi di tengah masyarakat dan dapat menimbulkan kerugian material, kerusakan lingkungan, hingga korban jiwa. Oleh karena itu, peningkatan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan kebakaran perlu terus dilakukan secara berkelanjutan. Mayoritas insiden kebakaran yang terjadi di kawasan permukiman maupun lingkungan sekitar dipicu oleh faktor manusia, seperti kegiatan memasak, merokok, penggunaan peralatan listrik, maupun berbagai bentuk kelalaian lainnya. Potensi terjadinya kebakaran umumnya meningkat pada musim kemarau akibat kondisi yang lebih kering, suhu yang lebih tinggi, dan kelembapan udara yang lebih rendah.

Berbagai upaya sosialisasi mengenai bahaya kebakaran telah banyak dilakukan di Indonesia. Meski demikian, edukasi yang menyasar generasi muda tetap perlu diperkuat untuk membangun budaya keselamatan sejak dini. Sejalan dengan hal tersebut, melalui kegiatan bertajuk GRR Tuban Goes to School 2026, tim Early Work Project GRR Tuban PT Pertamina Patra Niaga (PPN) didukung oleh PRPP menyelenggarakan sosialisasi Kesiapsiagaan  Dalam Menghadapi Bahaya Kebakaran di Madrasah Aliyah (MA) Manbail Futuh, Desa Beji, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban pada Selasa (29/09/2026).

Kepala MA Manbail Futuh, Yasin, mengapresiasi pelaksanaan program GRR Tuban Goes to School 2026 di sekolahnya ini. Menurutnya pelaksanaan kegiatan ini selaras dengan visi dan misi sekolah yang berfokus untuk mendorong seluruh siswa dan siswi untuk belajar dan menimba ilmu.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada PPN atas kegiatan yang dilaksanakan di sekolah kami. Kegiatan ini menjadi kesempatan yang baik bagi para siswa untuk menimba ilmu. Anak-anak tidak hanya perlu memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga berbagai keterampilan yang dapat bermanfaat ketika mereka terjun ke masyarakat dan mengambil peran di berbagai bidang,” ujar Yasin dalam sambutannya pada kegiatan ini.

Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala SMAN 2 Tuban, Samsuri, dimana sekolahnya juga berkesempatan mendapatkan program yang sama pada hari sebelumnya. Secara khusus, Samsuri mendorong para siswa dan siswi sekolahnya untuk menyebarkan ilmu dan pengetahuan yang diperoleh pada kegiatan GRR Tuban Goes to School ini kepada teman-teman serta keluarga.

Pjs. Senior Project Manager Early Work GRR Tuban PT PPN, Febrian Dwi Prastyo, dalam sambutannya menggarisbawahi tujuan pelaksanaan kegiatan ini terkait pentingnya edukasi kepada generasi muda khususnya terkait kesadaran atas bahaya kebakaran kepada siswa siswi sekolah.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan edukasi dan pemahaman kepada para siswa mengenai pentingnya keselamatan, termasuk kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran. Kami berharap pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi bekal yang bermanfaat bagi mereka maupun lingkungan sekitarnya,” ujar Febri panggilan akrabnya melalui siaran persnya.

Pada kesempatan yang sama, Febri juga menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang dapat menyebarluaskan budaya keselamatan kepada keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Kegiatan GRR Tuban Goes to School tahun 2026 ini juga didukung oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Tuban sebagai narasumber kegiatan. Selain memberikan pemahaman dan teori terkait bahaya dan penanggulangan kebakaran di kelas, para peserta mendapat kesempatan untuk praktik memadamkan kebakaran ringan dengan bahan yang mudah diperoleh di sekitar.

Dilaksanakan sejak tahun 2023, program GRR Tuban Goes to School telah menjadi agenda tahunan tim Early Work Proyek GRR Tuban. Hingga tahun 2026, program ini telah menjangkau 1.690 siswa dari 12 sekolah menengah di Kabupaten Tuban.

Melalui program ini, perusahaan berharap dapat berkontribusi dalam membangun generasi muda yang lebih sadar akan pentingnya keselamatan serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Program ini juga merupakan wujud dukungan perusahaan terhadap Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia, khususnya pada aspek pembangunan sumber daya manusia, serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 4 tentang pendidikan berkualitas. (*/by/set)

Pos terkait