wartaapa – PT Trans-Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin), serta Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) menggelar pelatihan digital marketing dan budidaya ikan dalam ember (budikdamber) bagi warga wilayah ring 1 perusahaan setempat di Balai Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Tuban, Rabu (15/4).
Kegiatan yang diikuti 85 peserta ini digelar sebagai upaya mendorong peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi melalui pemanfaatan teknologi digital serta pengembangan usaha produktif berbasis perikanan sederhana. Program ini juga merupakan bagian dari komitmen TPPI dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), sekaligus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan.
Kegiatan dilaksanakan secara interaktif melalui pemaparan materi, praktik langsung, serta sesi diskusi dan tanya jawab. Pendekatan ini memberikan ruang bagi peserta untuk berbagi pengalaman dan tantangan dalam menjalankan usaha, sehingga materi dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan secara langsung.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Mukaffi Makki, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai langkah nyata dalam mendukung pengembangan UMKM binaan, khususnya di wilayah ring 1, agar semakin produktif, melek digital, serta mampu menciptakan peluang usaha baru.
Sementara itu, Area Manager CSR & Comrel TPPI, Tinoto Hadi Sucipto, menegaskan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan. “Kami berharap para peserta tidak hanya memahami konsep digital marketing, tetapi juga mampu mengimplementasikannya, sekaligus mengembangkan usaha budidaya ikan guna meningkatkan pendapatan dan daya saing,” ujar Tinoto melalui siaran persnya.
Melalui kegiatan ini, TPPI bersama Kadin dan HIPMI terus berupaya mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta menciptakan masyarakat yang produktif, inovatif, dan adaptif dalam menghadapi perkembangan era digital. Hal ini mencerminkan tingginya minat masyarakat dalam mengembangkan keterampilan dan peluang usaha, sekaligus menjadi sinyal positif bagi terciptanya kemandirian ekonomi yang berkelanjutan di wilayah ring 1.
Ke depan, diharapkan para peserta dapat terus mengembangkan ilmu yang telah diperoleh serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mampu membuka peluang usaha baru dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. (*/set)






