Eartag Secure QR Code Pada Sapi Dicopot Peternak, Kenapa ?

Foto : Petugas peternakan saat pasang eartag secure QR pada sapi. (ist)

wartaapa-Para peternakan di Kabupaten Tuban banyak yang mencopot Eartag Secure QR Code yang telah terpasang di ternak mereka. Pasalnya, pemasangan tersebut dianggap ternak mereka pernah terkena penyakit mulut dan kuku (PMK) dan mempengaruhi harga jual, atau dianggap ternak bantuan pemerintah.

Atas hal itu, Kabid Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan Pertanian Dan Perikanan (DKP3) Kabupaten TubanDKP3 Pipin Diah Larasati meluruskan kesalahpahaman tersebut. Eartag Secure QR Code, menurut Pipin, adalah tanda ternak telah menerima vaksin suntikan satu dan dua, serta dinyatakan sehat. Untuk itu, ia mengingatkan para peternak untuk tidak mencopot Eartag yang telah dipasang oleh petugas vaksin di telinga ternak mereka.

Mengutip laman tubankab.go.id, menurut Pipin, saat ini aturan dari pemerintah telah mewajibkan seluruh ternak memiliki eartag, termasuk ternak yang akan masuk ke pasar hewan. “Sehingga, jika sapi bermutasi ke manapun bisa terpantau oleh petugas. Istilahnya kayak KTP-nya ternak,” ungkapnya, Senin (09/01).

Pipin melanjutkan, langkah tersebut juga merupakan upaya pencegahan penularan PMK di masa depan. “Selain itu, juga memudahkan petugas dalam melakukan pemeriksaan kesehatan hewan,” imbuhnya.

Pipin meminta agar peternak kembali memasang eartag tersebut. Ia menyarankan kepada masyarakat peternak dan yang memiliki peliharaan sapi atau kambing, untuk tidak mencopot eartagnya.

”Kalau sudah terlanjur, monggo dipasang kembali, atau memanggil petugas untuk kembali memasangkan. Ini penting untuk jenengan dan ternak panjenengan,” pungkasnya.

Sementara itu, menurut data dari DKP3 Kabupaten Tuban, hingga akhir tahun 2022, dari total polulasi ternak sapi di Kabupaten Tuban, yaitu 350 ribu, 28 persen atau 100.193 ekor, dan 60 ribuan telah terpasang eartag. (*/set)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *