Denyut Nadi Kehidupan di IKN Kian Menyala, Ini Buktinya

Foto: Dirjen Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto,didampingi Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Kalimantan II, Hujurat, Kepala Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Kalimantan Timur, Musthofa Otfan, saat lakukan peninjauan lapangan ke lokasi pembangunan Hunian Pekerja Konstruksi IKN Nusantara di Kalimantan Timur. (Foto: Ristyan MP/Kementerian PUPR)

wartaapa-Denyut nadi kehidupan di Ibu Kota Negara (IKN) kian menyala. Di akhir Januari 2023 ini, melengkapi ruas jalan mulus, sejumlah hunian juga telah berdiri kokoh, bahkan sebagian sudah dimanfaatkan alias dihuni.

“Sebanyak 22 tower Hunian Pekerja Konstruksi itu secara umum, konstruksinya sudah berdiri di IKN Nusantara,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto, saat melakukan peninjauan lapangan ke lokasi pembangunan Hunian Pekerja Konstruksi¬† IKN Nusantara di Kalimantan Timur, Kamis (26/01), sebagaimana dilansir infopublik.id.

Dia tambahkan pula, dari total 22 tower yang ada saat ini, sebanyak 12 tower di antaranya sudah bisa fungsional untuk dimanfaatkan oleh para pekerja. “Beberapa tower tersebut juga sudah dihuni dan ditempati oleh para pekerja lengkap dengan fasilitas penunjang,” tandas Iwan.

Sebagai informasi,  22 tower hunian tersebut dibangun kontraktor Wika Gedung dan Adhi Karya (Persero) Tbk sejak Agustus 2022. Pembangunan HPK IKN Nusantara itu merupakan amanat dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2022 tentang Perincian Rencana Induk Ibu Kota Nusantara.

Merujuk pada Perspres itu pula, pembangunan IKN dilakukan dengan menerapkan budaya kerja baru dan sistem manajemen keselamatan konstruksi yang baik. “Pembangunan HPK dilaksanakan dalam rangka memberikan kenyamanan, keselamatan dan meningkatkan kualitas kesehatan para pekerja di IKN,” katanya

Lebih lanjut, setiap tower masing-masing dibangun empat lantai. Tujuan pembangunan HPK itu nantinya diperuntukkan sebagai tempat tinggal atau sarana akomodasi bagi pekerja konstruksi di IKN Nusantara.

Dalam kawasan HPK itu juga akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas pendukung, seperti mess hall atau ruang serba guna, ruang makan, tempat ibadah, klinik kesehatan, kantor pengelola serta beberapa fasilitas penunjang lainnya.

“Jadi seluruh pekerja konstruksi yang bekerja membangun IKN bisa ditempatkan di lokasi ini. Apalagi dalam beberapa bulan mendatang akan lebih banyak pekerja konstruksi yang datang bekerja di IKN,” ujar Iwan.(*/set)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *